Rencana Tuhan Untuk Manusia


Mazmur 16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Pernakah anda bertanya apa yang dipikirkan Tuhan ketika Ia merancang kehadiran anda di dunia ini. Di dalam Yermia 1:5 Tuhan berkata kepada Yermia: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Kehadiran setiap orang anak manusia di dunia ini dirancang oleh Tuhan untuk maksud tertentu. Tuhan memiliki rencana ketika Ia merancang keberadaan kita di atas dunia ini. Rencana itu sudah tentu hanya Tuhan sendiri yang tahu. Seperti dikatakan dalam Yermia 29:11: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. “

Namun Tuhan sering memberitahukan rencanaNya itu kepada orang yang dikasihiNya. Tuhan memberitahukan rencana akan datang kepada Yusuf dalam mimpi bahwa suatu ketika ia akan menjadi seorang pemimpin bahkan saudara-saudara dan orangtuanya akan datang menyembah dia.

Tuhan mengungkapkan rencanaNya kepada Abraham bahwa anak cucunya akan menjadi suatu bangsa yang besar seperti pasir yang tak terhitung banyaknya atau seperti banyaknya bintang di langit.

Tuhan memberitahukan apa yang akan terjadi kepada nabi-nabi atau rasul-rasul mengenai apa yang akan terjadi kemudian pada akhir zaman.

Bahkan Tuhan memberitahukan rencanaNya kepada raja Nebukadneser dalam mimpi bahwa ia adalah raja yang terbesar dalam sejarah manusia dilambangkan oleh kepala patung dari emas. Raja-raja sesudah itu tidak akan sekuat dan sebesar dia. Raja Nebukadneser bahkan diberitahukan berkali-kali apa yang akan terjadi kepadaNya bahwa ia akan direndahkan sama seperti binatang makan rumput dan minum air embun di padang sampai ia mengakui Tuhan yang mahakuasa.

Di dalam setiap rencana Tuhan selalu ada peranan yang dimainkan oleh kita. Ketika Tuhan memberitahukan rencanaNya, Tuhan memberitahukan kita apa yang akan menjadi peranan kita dalam rencana itu.

Dalam Mazmur 16:11 di atas, Daud memberikan kesaksian bagaimana Tuhan mengungkapkan rencana bagi kehidupannya. Dari pengalaman Daud kita tahu bahwa Tuhan menyuruh Samuel datang mengurapi Daud menjadi raja bangsa Israel saat ia masih berumur belasan tahun, padahal saat itu Saul masih menjadi raja di Israel.

Rencana Tuhan itu tidak secara otomatis terjadi kepada kita. Sering waktu sampai rencana Tuhan itu terwujud sangat panjang. Yusuf harus menunggu bertahun-tahun, melewati perjalanan penuh kepahitan, sebelum kemudian ia menjadi wakil raja. Bangsa Israel harus berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun sebelum mereka diijinkan masuk tanah perjanjian. Daud tidak otomatis langsung menjadi raja, tetapi ia harus menunggu hampir 30 tahun kemudian baru ia menjadi raja. Selama waktu itu Daud harus berlari kesana kemari menyembunyikan dirinya dari Saul yang hendak membunuhnya.

Apa yang kita pelajari dari semua hal di atas adalah bahwa ada rencana Tuhan bagi hidup kita. Rencana itu Tuhan buat jauh sebelum kita dilahirkan. Rencana Tuhan itu adalah tujuan hidup, tujuan keberadaan kita. Namun apakah rencana atau tujuan itu akan berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan masih tergantung pada diri kita sendiri. Tuhan memberikan kebebasan kepada kita bahwa selama kita berada di dalam Dia, maka rencanaNya dalam diri kita itu akan terwujud, yaitu rencana damai sejahterah.

Adam dan Hawa diciptakan untuk rencana Tuhan bagi suatu kehidupan yang menyenangkan dalam Taman Eden, namun mereka kemudian tergoda dan terbuang dari Taman Eden. Bangsa Israel direncanakan akan masuk ke tanah perjanjian, tetapi kemudian banyak yang memberontak dan mati dalam perjalanan kesana.

Meskipun Tuhan merencanakan hidup kita, namun Tuhan tidak memaksakan rencana itu terjadi pada kita. Tuhan menaruh tujuan itu, dan kemudian ia mendidik kita selama perjalanan mencapai tujuan itu. Karena tujuan bukan segala-galanya dalam rencana Tuhan. Hal yang paling utama dalam rencana Tuhan itu adalah proses hubungan kita dengan Tuhan selama melakukan perjalanan ke tujuan yang Tuhan tetapkan bagi kita.

Tujuan hanyalah hasil dari proses hubungan kita dengan Tuhan. Karena itu membina hubungan erat, atau akrab dengan Tuhan jauh lebih penting dari menuntut terwujudnya janji Tuhan itu. Karena janji itu tidak akan terwujud sebelum hubungan akrab kita dengan Tuhan terjadi. Makin cepat kita melakukannya, makin segera janji itu terwujud. Tuhan memberkati anda.

Tidak ada komentar:

Daftar Blog FrienDs

Yahoo News: Top Stories

Amazon Music

Tin

Selamat datang